Home » Sejarah

Sejarah

  • Tahun 1955 prakarsa Pimpinan RS Hermana dan para Suster Tarekat JMJ dibukalah Klinik Bersalin Budi Mulia Bitung dengan kapasitas 20 TT dan operasionalisasinya diizinkan  Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara. Pimpinan RS Hermana pada waktu itu adalah:

Kepala RS:  Dr. C.S. Richter, Ketua Unit:  Sr. Antonio G.M. vd Laan, Kepala  Perawatan:  Sr. Maria vd Berg.

  • Klinik Bersalin Budi Mulia Bitung dipimpin Bidan  yang bernama:  Emma Pangkerego, yang bertugas  memberikan pelayanan sbb: memeriksa bumil, Penyuluhan Pemeliharaan Bayi, Imunisasi,  menolong  Persalinan dan Perawatan Ibu sesudah bersalin.
  • Tahun 1970 Klinik Bersalin Budi Mulia dimekarkan menjadi Rumah Sakit oleh Yayasan Joseph dan Bpk Uskup KeUskupan Manado: Mgr. N. Verhoeveen,MSC.
  • Bapak Uskup memberikan sebagian tanah keuskupan yang berdekatan dengan Kompleks Gereja dan Persekolahan Katolik Bitung seluas 1,1 hektar untuk tempat didirikannya Rumah Sakit. Lokasi ini jaraknya sekitar 700 m dari Klinik Bersalin yang ada.
  • Tahun 1971 RS Budi Mulia mulai dibangun dengan konstruksi Semi Permanen dan mempunyai kapasitas 60 TT, dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan dalam 2 tahun.
  • Tahun 1973 RS Budi Mulia resmi melepaskan diri dari RS Hermana Lembean dan merupakan satu Unit Pelayanan Kesehatan tersendiri milik Yayasan Joseph dengan Direktur  Pertama  P.A.J. Kumaat  dan  Ketua Unit  Sr. Jeanned’Arc Toreh, JMJ.
  • Tahun 1974 diterbitkan Izin sementara oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat Propinsi Sulawesi Utara dengan surat nomor :  38/SEK/B.II/1974 tanggal  8 Pebuari 1974.
  • Tahun 1975 Direktur RSU Budi Mulia diserah-terimakan kepada: Dr. B.H. Moningka
  • Tahun 1976 bantuan Badan Sosial Gerejani MISERIOR, RSU Budi Mulia mulai diperluas dengan  bangunan konstruksi permanen berkapasitas 122 TT lengkap dengan kamar operasi, dan pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi)  pembangunannya selesai seluruhnya pada bulan JULI 1977.
  • Pelayanan RS Budi Mulia dikembangkan sehingga dapat memenuhi pelayanan 4 Spesialis Dasar, yaitu: Penyakit Dalam, Bedah, Kesehatan Anak , Kebidanan & Kandungan, disamping pelayanan poli klinik umum  dan Radiologi.
  • Tahun 1980 Direktur RS Budi Mulia diserah terimakan kepada Dr. J. Ig. Nainggolan.
  • Tahun 1984 Direktur RS Budi Mulia diserah terimakan kepada R.E.J. Rotty.
  • Tahun 1989 Kapasitas tempat tidur RS Budi Mulia diturunkan menjadi  111 TT.
    • Pelayanan kepada masyarakat ditambah dengan Spesialis Mata.
    • Juni 1997 ditambah lagi dengan Spesialis Gigi & Mulut.
    • Merupakan Rumah Sakit Rujukan dari Pelayanan Kesehatan yang ada di Kota  Bitung
    • Kerjasama dengan Pemerintah maupun Perusahaan Swasta serta organisasi kemasyarakatan yang ada di  Ikatan Kerjasama tersebut meliputi:  PT BPJS Kesehatan,  PT. BPJS Ketenagakerjaan, PT. PERTAMINA, PT. PLN, PT. Bimoli, PT Witicko,  PT. Deho, PT. IKI, Asuransi Jiwa Jasaharja, Asuransi Inhealth dan  lainnya.
  • RS Budi Mulia Bitung ikut mengembangkan pendidikan dengan bekerja sama dengan FK Unsrat Manado, dimana merupakan tempat praktek para dokter muda. Menunjang Program Mahir Bidan,  Akademi Madya Gizi, Perawat Kesehatan  Gunung Maria Tomohon sebagai tempat praktek para siswanya.
  • RS Budi Mulia Bitung memperoleh Penghargaan dari Menkes RI sebagai Juara I Lomba Penampilan Kerja Terbaik Rumah Sakit Swasta Tingkat Propinsi Sulawesi Utara dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 1990.
  • Tahun 1990 diterbitkan Surat Izin Tetap Penyelenggaraan RS Budi Mulia yang dikeluarkan oleh Departemen KesehatanRI dengan nomor : 045/TU.2/1693/IV/1990 tgl 5 Juli 1990.
  • Tahun 1993 perpanjangan Izin Tetap Penyelenggaraan RSU Budi Mulia yang dikeluarkan oleh Departemen KesehatanRI dengan nomor : YM.02.04.3.5.7839 tgl 26 Agustus 1993
  • Tahun 2001 menambah gedung baru untuk kelas VIP dengan kapasitas 6 TT.
  • Berdasarkan Akta tertanggal 4 Februari 2002 Nomor: 02, telah didirikan YAYASAN RATNA MIRIAM, suatu badan hukum baru hasil pemekaran dari Yayasan Joseph.
  • Yayasan Ratna Miriam tersebut membawahi Karya Kesehatan dan Akademi Keperawatan, termasuk juga RS Budi Mulia Bitung.
  • Yayasan Ratna Miriam efektif  operasionalisasinya  tanggal  1 Juli 2002.
  • Hari Karya Bakti Yayasan Ratna Miriam tanggal 8 September .
  • Tahun 2003 Direktur RS Budi Mulia diserah-terimakan kepada: M.A.A. Moniaga.
  • Pelayanan RS Budi Mulia Bitung kepada masyarakat ditambah dengan Spesialis Saraf
  • Tahun 2006 Direktur RS Budi Mulia diserah-terimakan kepada: Rizal Tumewah Sp. S.
  • Pada tanggal 28 Mei 2009 ditertibkan Surat Izin  Penyelenggaraan RS Budi Mulia yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI dengan nomor ; HK.07.06/III/1923/09.
  • Pada tanggal 07 Oktober 2010 ditertibkan Surat Penetapan Kelas Rumah Sakit RS Budi Mulia dengan type C.
  • Pada bulan Desember 2011 RS Budi Mulia telah disurvei Akreditasi dari Tim KARS dan telah lulus Akreditasi Dasar berlaku 25 Januari 2012 s/d 25 Januari 2015.
  • Pada bln November 2012 Direktur RS Budi Mulia diserah terimakan kepada Dr.Johanis.A.Najoan, Mkes, SpFK-DK.
  • Pada Tanggal 1 Januari 2014 RS Budi Mulia Telah bekerja sama dengan BPJS/Kesehatan
  • Pada Tanggal 1 januari 2015 Direktur RS Budi Mulia diserah terimakan kepada dAnthonius Tumbol Mkes (MMR).
  • Pada 5 Januari 2015 di RS. Budi Mulia Bitung telah manambah Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah
  • Pada tanggal 15 Juni 2016 RS. Budi Mulia Bitung melalui Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit dinyatakan LULUS PERDANA, berlaku 15 Juni 2016 s/d 15 Juni 2019
  • Pada tanggal 1 Januari 2018 Direktur RS Budi Mulia Bitung telah diserah terimakan kepada dr. Juriko Piter Pandean, MARS
 
  • Ratna Timur Tumarendem Manado
  • Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon
  • Rumah Sakit Budi Mulia Bitung
  • Rumah Sakit Hermana Lembean
  • Rumah Sakit Budi Setia Langowan
  • Rumah Sakit Cantia Tompaso
Lewat ke baris perkakas